
Saya tersenyum melihat setumpuk kartu joker yang tanpa sengaja saya temukan didalam travel bag, lengkap dengan bungkusnya.. amplop coklat bekas bungkus gaji saya ketika masih bekerja di almamater saya. Kartu joker itu menyimpan banyak kenangan. Pertama, permainan kartu disebuah penginapan di kawasan Tawangmang, Karanganyar Jawa Tengah. saat membawa mahasiswa yang sedang mengikuti praktikum. Malam hari, ketika dingin mulai menyelinap, kartu itu yang membawa kehangatan tersendiri. Tak ada sekat antara dosen, mahasiswa, dan juga co-Ass. Dosen yang paling diseganipun menjadi lawan main cangkulan (permainan kartu joker dimana pemain yang kartunya paling cepat habis dialah yang menang) yang paling menyenangkan, walau sering harus mengocok kartu, dan pipi penuh dengan bedak putih yang dioleskan oleh teman-teman yang kartunya telah habis dimainkan, tak sedikitpun perasaan kecewa, apalagi marah.
Kenangan demi kenangan itu mengalir begitu saja, seiring kemanapun saya membawa kartu itu, Liburan akhir tahun di Kaliurang, sampai terakhir praktikum terakhir saya di Boyolali. Semua terasa baru kemarin terjadi.
Saya memang bukan penjudi, permainan kartu itu semata-mata hanya untuk mengisi waktu kosong, bila saya sedang sendiri, saya hanya akan menyusun kartu-kartu itu menjadi satu bentuk bangunan yang ada dalam imajinasi saya, tetapi itu terjadi lebih dari dua tahun yang lalu, saya tidak menyangka kalau kartu itu tanpa sengaja terbawa sampai tanah rantau ini. Ini sungguh sebuah kebetulan. Ketika masih di Jogja, saya tak sekalipu berani menyentuh kartu apalagi memainkan kartu dihadapan ayah. Operasi kamar juga sering dilakukan oleh ayah atau ibu, saya pikir, satu-satunya tempat aman untuk menyimpan kartu itu hanyalah travel bag yang ada diatas lemari pakaian, benda yang selalu luput dari operasi kamar.
Berbicara tentang permainan kartu, saya teringat syair lagu milik ABBA;
THE WINNER TAKE IT ALL
…………………………..
I’ve played all my cards
And that’s what you’ve done too
Nothing more to say
No more ace to play
The winner takes it all
The loser standing small
Beside the victory
That’s her destiny
……………………
Ketika saya bermain kartu bersama teman-teman saya, saya memainkan kartu yang saya punya, kalau bisa semua kartu saya mainkan dan saya akan menjadi pemenang, teman-teman juga akan melakukan hal yang sama. Mereka tak akan pernah rela bila harus mendapat giliran mengocok kartu, apalagi mencapat colekan di pipi, apalagi menjadi bahan tertawaan sebelum tidur, lucu juga menyedihkan.
Seperti itulah kehidupan, manusia ibarat pemain kartu, mereka yang bermental pemenang dan mempunyai strategi untuk menanglah yang nantinya akan memenangkan permainan kehidupan. Setumpuk kartu ditengah arena kehidupan adalah kesempatan-kesempatan yang dapat menghampiri siapa saja. Tinggal kita berfikir , bagaimana kesempatan itu dapat berguna bagi kehidupan kita.
Kehidupan adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi, Tuhan telah menggariskan kekuatan fisik dan pikiran serta kesempatan Kita tak akan mampu merayu Tuhan untuk memberikan apa yang kita inginkan, tapi kita harus mengusahakan apa yang kita inginkan dengan kekuatan pikiran dan fisik kita menjadikan kesempatan sebagai gerbang menuju apa yang kita inginkan.
Sekali terjun ke arena permainan, kita harus menyelesaikannya sampai tuntas, sampai tak ada lagi kata untuk diucapkan, dan sampai seluruh kartu kehidupan telah dimainkan, sampai waktu yang disediakan Tuhan untuk kita berada dibumi ini habis. Ingat, waktu yang tersedia berbatas, jadi ubah mental kita menjadi pemenang, hanya orang yang bermental pemenanglah yang bisa. [ESBEA]
Filed under: pelajaran hidup








Hidup ini memang sebuah Permainan dan Sendau Gurau
Jadi ingat film Jumanji ya, harus menyelesaikan permainannya sampai tuntas.
Salam Sukses Penuh Berkah dari Surabaya,
Wuryanano
Motivational Blog – Support Your Success
Entrepreneur Campus – Support Your Future
Apapun yang terjadi harus dihadapi, dengan semangat pantang menyerah.
Jumat sore siap-siap ke jogja
Sebuah cerita permainan kartu yang ternyata maknanya cukup dalam.
Terima kasih telah menyambangi berjelajah ke alam sulawesi.
wah gak nyangka ya