
entah, sudah berapa kali ku baca buku itu, entah sudah berapa kali aku tersetrum oleh kedahsyatan kata-kata dan semangat yang mengalir sepanjang perjalanan santiago, dan entah sudah berapa kali aku berkecimpung dalam diskusi dwibahasa yang diadakan untuk membahasnya..
aku tak bosan… And I love this book very much.
____________________________
Sinopsis (http://indozone.net/reviews/review/158/)
Di sebuah daerah bernama Andalusia hidup seorang anak laki – laki bernama Santiago. Dia senang sekali berkelana dan mengetahui hal – hal baru, oleh karena itu dia menentang keinginan orang tuanya untuk masuk seminari. Akhirnya sang bapak menyerah dan membekali anaknya untuk menjadi penggembala, karena pada saat itu menjadi penggembala domba lebih mudah berkelana dibanding pekerjaan lainnya.
Sampai suatu ketika ia mendapat mimpi yang sama persis sebanyak dua kali berturut – turut, karena penasaran ia mendatangi seorang gipsi untuk mengartikan mimpinya. Setelah mengetahui arti mimpinya yaitu bahwa ia akan mendapatkan harta karun di dekat piramida – piramida Mesir, ia pun merasa bingung, apakah ia harus menjual domba – dombanya dan berangkat ke mesir dimana belum tentu ia akan mendapat harta karunnya, atau melupakannya dan menganggapnya hanya bunga mimpi. Santiago pun bingung gimana caranya sampai ke Mesir? Bagaimana kalau ia tidak akan pernah sampai ke Mesir? Bukankah sia – sia saja!
Suatu ketika ia didatangi oleh seorang lelaki tua yang mengaku dirinya adalah Raja Salem dan berkata bahwa ia akan memberitahu caranya pergi ke mesir dengan syarat ia harus mendapat sepersepuluh dari domba yang dimiliki oleh Santiago. Santiago pun merasa ditipu, tetapi ketika lelaki tua tersebut menuliskan nama – nama orang yang dikenalnya, teman – temannya, ayah, ibu dan putrid saudagar yang dicintainya, ia pun terkejut dan setuju dengan permintaan lelaki tua tersebut setelah lelaki tua yang mengaku dirinya Raja Salem itu berkata antara lain “Takdir adalah apa yang selau ingin kau capai. Semua orang ketika masih muda, tahu apa takdirnya”. Dan ketika ditanya kenapa ia meminta 1/10 dari dombanya, si Raja Salem menjawab itu sebagai upah membantumu mengambil keputusan, dan tugasku adalah membantumu mewujudkan takdirmu sedangkan pada saat aku datang engkau berada pada titik dimana engkau akan melepaskan semuanya.
Akhirnya dengan bekal dua buah batu hitam dan putih (Urim dan Tumim) dari sang Raja Salem ia pun berangkat. Tetapi perjalanan tersebut sangat panjang ia telah kehilangan seluruh uangnya sebelum dapat sampai ke padang pasir, tetapi sesuai perkataan si Raja Salem “ Di saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya”, maka dengan bantuan pedagang crystal ia pun dapat mengumpulkan uang bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Ia pun melanjutkan perjalanan, selama perjalanan tersebut ia bertemu dengan seorang Inggris yang mengatakan ia sedang mencari seorang Alchemist yang dapat mengubah batu atau apa saja menjadi emas. Maka mereka pun berangkat bersama dalam rombongan caravan melewati padang pasir.
Selama perjalanan keduanya saling mempelajari pengetahuan temannya. Setelah sampai di Oasis, Santiago pun bertemu dengan Cinta Sejatinya. Dan berkat kemampuannya membaca pertanda ia pun dihadiahi banyak emas dan jabatan oleh sang Pemimpin Oasis.
Disini ia kembali mengalami dilemma, apakah ia akan melanjutkan perjalanannya ke piramida – piramida mesir mencari harta karunnya dan meninggalkan wanita yang dicintainya, atau menetap di Oasis tersebut? Di Oasis ini pula ia bertemu dengan Sang Alchemis yang dicari oleh si Orang Inggris temannya. Dan setelah mengetahui tujuan perjalanan Santiago sampai di Oasis dan kebimbangan Santiago apakah akan meneruskannya atau tidak, Sang Alchemist pun menasehatinya dengan memberitahukannya apa yang akan terjadi apabila ia tidak meneruskan perjalananya, dan apabila ia meneruskan maka Sang Alchemist akan membantunya.
Jadi apakah Santiago akan meneruskan perjalanannya? Apakah ia akan mendapatkan harta karunnya? Rintangan apa saja yang akan dilaluinya? Dapatkah ia bersatu kembali dengan kekasih cinta sejatinya? Silahkan baca sendiri sampai selesai hehehe ….
Filed under: Buku, Uncategorized








sayang sekali, saya pernah punya buku ini, tapi hilang sebelum selesai saya baca. baca sinopsis ini, saya jadi ingin beli lagi