
Sore ini.. rasanya lega, beban kerjaan gak sampe kebawa kerumah. Malam ni Esbea lagi ngerjain PR yang diberikan Kang Erwin tadi pagi,..lho.. emang lagi berguru ama Kang Erwin ya Es?Eh.. jangan salah Esbea tidak berguru sama kang Erwin. Tadi pagi (sekitar jam 6 an) , waktu abis mandi dan nunggu nasi di rice cooker masak, tiba tibe ada SMS Kang Erwin
“ Toet, kowe gak kelaparan to? You can write it on your blog J “
Busyet deh.. kang Erwin lagi kumat pikir saya, tapi rupanya kang Erwin bertanya karena santernya pemberitaan di media massa terkait kasus kematian Daeng Basse, Wanita yang tengah hamil tuju bulan bersama seorang anaknya yang baru berumur 5 tahun, sementara anak bungsunya kritis dan sedang dirawat di rumah sakit. Sungguh ironis memang, saya sebenarnya sudah melihat/membaca berita ini kemarin, di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota makassar. Sungguh sebuah kondisi yang ironis memang. Ketika membaca berita tersebut untuk pertama kalinya, saya lepas antri di di kasir DIAMOND. Saya yang kemarin sengaja membeli cabe rawit kecil mungil yang warnanya merah semua untuk bahan uji coba menyediakan bibit bagi seorang petani yang jumat lalu datang kekantor meminta penjelasan tentang budidaya terong yang baik dan juga meminta saya mencarikan dimana benih cabe kecil yang ia tunjukkan itu bisa didapatkan.. tapi karena disemua toko benih yang ada di kota Makassar ini tidak ada, maka saya berinisatif untuk mencoba mengambil benih dari cabe kecil segar yang dikeringkan, toh berdasarkan pengalaman yang pernah dilakukan orang tua saya, hal itu tidak lantas menyebabkan buruknya produksi cabe.Saya terjebak dalam antrian panjang di sebuah supermarket dimana hampir semua pembelinya memenuhi seluruh kereta belanjanya (bahkan ada pembeli yang menggunakan 2 keranjang sekaligus), saya keheranan.. belanja sebanyak itu berapa duit yang dihabiskan? Apa karena ini tanggal baru). Kepala saya rasanya benar-benar dipenuhi pertanyaan yang tak terjawab, sampai saking mupusnya.. saya berusaha berbaik sangka.. ah mungkin karena hari libur, ah mungkin karena tanggal muda, ah mungkin karena memang mereka termasuk orang-orang berada dan mempunyai keluarga yang besar. Rasanya setiap kali saya mengunjungi pusat perbelanjaan pada hari libur dan pada awal minggu, saya selalu menjumpai banyak orang berpakaian perlente, berjalan dari satu outlet ke outlet lain di pusat perbelanjaan sambil menilik-nilik barang bagus seolah mereka sudah tak risau lagi dalam urusan pangan. Namun berita di koran tentang kematian Dg. Basse dan anaknya cukup menggugah, bayangkan saja.. wanita itu tinggal di tempat yang tidak terlalu jauh dari tiga pusat perbelanjaan modern di Kota Makassar ini. Kalau biasanya pemandangan yang saya dapati yang sangat kontras antara kesibukan orang-orang di dalam pusat perbenjaan dan diluar pusat perbelanjaan mewah adalah orang-orang keren yang sibuk menghabiskan uang didalam dengan anak-anak kecil yang sesekali mengucapkan “ kak.. Limbik kak” ( Kak.. uang limaratusnya kak), atau tukang becak yang menyodorkan becaknya agar orang yang baru saja selesai berbelanja. Tapi kali ini kekontrasan itu sudah tak dapat dibayangkan lagi… didalam ada orang berhura-hura memenuhi kebutuhan nafsunya untuk berbelanja dan makan enak.. diluar ada orang yang baru saja meregang nafas akibat kelaparan.Kalau saja ini tidak terjadi di tempat yang dikatakan sebagai lumbung padinya kawasan timur Indonesia, kalau saja peristiwa ini tidak terjadi di kota asal orang nomer 2 dinegeri ini yang masuk salam jajaran orang terkaya di Indonesia, kalau saja kematian Daeng Basse ini tidak terjadi di kota dimana lebih mudah mencari Mall daripada mencari tempat yang bebas dari bau got yang tidak sedap, kalau saja tidak terjadi di propinsi dimana calon pemimpinnya saling bersiteru tanpa memikirkan lagi kepentingan rakyatnya, tentu ceritanya akan lain.. ironi yang terjadi tentu tidak akan menjadi sorotan publik di seantero negeri… kematian Daeng Basse dan anaknya ibarat TIKUS MATI DI LUMBUNG PADI. Selamat jalan Daeng Basse.








[...] Mbak Esbea [...]
mbak, artikelnya saya link ya… matur nuwun sanget buat inspirasi hari ini.