Indonesia merupakan Negara agraris, berapa generasi muda yang peduli tentang pertanian di negeri ini? Kalaupun peduli boleh dipastikan bahwa hal itu akrena keterpaksaan akibat tertutupnya akses dia untuk ke sektor-sektor yang lebih “teduh” akibat rendahnya pendidikan, terbatasnya lapangan pekerjaan, kecuali mereka2 mereka yang sejak awal mempunyai warisan usaha orangtua yang berbasis pada pertanian. Jangankan untuk peduli, mengenalnyapun kadang enggan, ini terbukti berapa banyak anak muda usia dibawah 20 tahun yang mengenal asal usul makanan yang masuk didalam perutnya, rata-rata yang diketahuinya adalah semua itu dapat diperoleh di pasar, di supermarket atau di warung makan.
Atas dasar hal tersebut, banyak kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan pertanian kepada generasi muda kita, tak terkecuali di kantor tempat saya bekerja, memperkenalkan pertanian dengan cara yang menarik dan diusahakan connect dengan apa yang mereka pelajari disekolah, sungguh menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus melelahkan… tapi setelah dijalani, banyak senengnya daripada lelahnya
Si gendut sedang memupuk tanaman melon didalam greenhouse
Mengamati biji-bijian
Ngobok-obok lumpur
menjalankan traktor
Horee.. Panen
Mempresentasikan hasil belajar dilapangan
Filed under: Pendidikan, Pertanian








Wah salut, mendekatkan generasi muda dengan dunia pertanian memang tidak mudah. Seorang sarjana pertanian saja enggan untuk jadi petani. Potret buram petani menghantui masa depan negeri ini, jika para punggawa negeri tidak berhenti mengedepankan kepentingan modal. Boleh saya ikut belajar di sini?
itu sebenarnya yang diperlukan generasi muda sekarang, mereka tentu saja enggan untuk bertani, karena mungkin yang mereka tahu bahwa pertanian itu, hanyalah kegiatan menanam padi,dan sayuran, itupun di pedesaan yang jauh dari keramaian, sebaiknya generasi muda juga mengetahui bahwa pertanian itu sangatlah luas, dan mempunyai prospek yang sangat luas. semoga berhasil dan dapat membawa generasi muda menjadi lebih tertarik dengan pertanian.